Ahok Jadi Saksi di Sidang Anak Riza Chalid, Sampaikan Fakta Apa Adanya
Jakarta — Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memenuhi panggilan persidangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang menyeret Muhammad Kerry Adrianto Riza, putra pengusaha raja minyak Riza Chalid, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Ahok tiba di ruang sidang sekitar pukul 09.00 WIB mengenakan batik berwarna biru panjang lengan. Kepada awak media, dia menegaskan akan menyampaikan keterangan secara jujur dan apa adanya ketika dimintai keterangan oleh jaksa penuntut umum dan majelis hakim.
Mengangkat Bukti Digital dan Sikap Terbuka
Menariknya, Ahok tidak membawa dokumen fisik berlembar-lembar untuk menguatkan kesaksiannya. Mantan gubernur DKI Jakarta ini justru menunjukkan ponselnya kepada media, yang menurutnya berisi bukti digital penting yang akan ia gunakan saat memberikan kesaksian di ruang sidang.
“Saya akan sampaikan apa adanya,” tegas Ahok kepada wartawan saat dimintai komentar. Pernyataan itu mencerminkan komitmennya untuk mendukung proses hukum dengan keterbukaan dan integritas, meski materi yang akan disampaikannya bersifat teknis dan kompleks.
Kasus dan Tuduhan di Balik Persidangan
Kasus yang tengah disidangkan merupakan gugatan jaksa terhadap sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam praktik tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang merugikan keuangan negara. Salah satu terdakwa utama adalah Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak dari pengusaha minyak Riza Chalid, yang didakwa atas peranannya dalam jaringan bisnis minyak yang diduga menyimpang dari prinsip tata kelola yang sehat dan transparan.
Tuduhan terhadap Kerry sebelumnya menyebut adanya kerugian negara dalam jumlah besar yang berkaitan dengan praktik pengadaan dan distribusi minyak mentah, meski angka pastinya masih menjadi bagian dari pokok perkara di sidang.
Peran Ahok dalam Sidang dan Fokus Pemeriksaan
Sebagai mantan Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024, Ahok sejatinya memiliki pengetahuan mendalam tentang struktur pengambilan keputusan dan tata kelola internal perusahaan migas pelat merah tersebut. Kehadirannya di persidangan dianggap krusial oleh jaksa penuntut umum untuk membongkar bagaimana keputusan strategis diambil di level manajemen puncak — termasuk hal-hal yang menjadi titik sorotan dalam dakwaan terhadap para terdakwa.
Jaksa sebelumnya juga telah memanggil sejumlah saksi penting lain, termasuk mantan pejabat sektor energi nasional dan pimpinan Pertamina, untuk membantu mengurai lebih jauh praktik yang terjadi selama periode tertentu.
Respons Publik dan Dampak Hukum
Kehadiran Ahok di persidangan ini turut menjadi sorotan publik karena kasusnya melibatkan figur berprofil tinggi dari sektor industri strategis nasional. Sidang yang kini memasuki fase pemeriksaan saksi diharapkan dapat membuka fakta lebih jauh soal tata kelola migas, termasuk potensi penyimpangan yang sebelumnya hanya menjadi spekulasi.
Para pengamat hukum menilai kesaksian Ahok bisa menjadi titik penting dalam arah putusan persidangan, terutama jika keterangannya menguatkan temuan jaksa penuntut umum atau mengungkap praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Namun hingga kini, detil kesaksian yang diberikan oleh Ahok di ruang sidang belum seluruhnya dipublikasi secara resmi.
Kesimpulan: Saksi Kunci yang Diharapkan Menguak Fakta
Sidang ini bukan sekadar agenda formal di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama sebagai saksi kunci — yang dikenal memiliki latar belakang pengawasan di perusahaan minyak negara — memberikan nuansa baru dalam proses hukum kasus korupsi yang melibatkan figur penting dari dunia migas Indonesia.
Dengan membawa bukti digital dan berkomitmen menyampaikan segala sesuatu “apa adanya”, Ahok tampak berperan aktif membantu penegakan hukum dalam salah satu perkara korupsi yang menjadi perhatian publik luas.
