Sempat Dikira Hilang, Pencari Janur Ditemukan Tewas di Atas Pohon Setinggi 25 Meter
Peristiwa tragis menimpa seorang pencari janur yang sebelumnya dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di atas pohon kelapa dengan ketinggian sekitar 25 meter. Kejadian ini mengejutkan warga setempat sekaligus menyoroti risiko tinggi pekerjaan tradisional tersebut.
Korban diketahui bernama Suharno (50), warga Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan. Ia awalnya pamit kepada keluarga untuk pergi mencari janur seperti aktivitas sehari-hari. Namun, hingga waktu yang ditentukan, korban tidak kunjung kembali ke rumah sehingga keluarga mulai merasa khawatir.
Dilaporkan Hilang, Warga Lakukan Pencarian
Keluarga yang kehilangan kontak dengan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Upaya pencarian pun segera dilakukan secara bersama-sama dengan menyisir area kebun tempat korban biasa bekerja.
Pencarian berlangsung cukup intens karena korban dikenal rutin melakukan aktivitas tersebut dan jarang mengalami kendala. Warga menduga korban tersesat atau mengalami kecelakaan saat bekerja.
Namun, hasil pencarian justru mengarah pada temuan yang tidak terduga. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas pohon kelapa dengan ketinggian sekitar 25 meter.
Ditemukan dalam Posisi Masih di Atas Pohon
Saat ditemukan, posisi korban masih berada di atas pohon yang dipanjatnya. Kondisi ini menyulitkan proses evakuasi karena membutuhkan peralatan khusus serta kehati-hatian dari tim penolong.
Warga bersama aparat akhirnya melakukan proses evakuasi secara bertahap hingga korban berhasil diturunkan. Proses ini berlangsung cukup menegangkan mengingat ketinggian pohon dan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.
Penemuan korban di atas pohon menunjukkan bahwa peristiwa terjadi saat korban sedang menjalankan aktivitasnya sebagai pencari janur.
Diduga Alami Serangan Jantung
Berdasarkan keterangan pihak terkait, korban diduga mengalami serangan jantung saat berada di atas pohon. Dugaan ini muncul karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kecelakaan yang signifikan.
Kondisi tersebut membuat korban tidak mampu turun dan akhirnya meninggal dunia di lokasi. Peristiwa ini memperlihatkan risiko kesehatan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat melakukan aktivitas fisik di tempat tinggi.
Meski demikian, pihak berwenang tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Risiko Tinggi Pekerjaan Tradisional
Pekerjaan sebagai pencari janur atau pemanjat pohon kelapa memang memiliki risiko yang tidak kecil. Selain faktor ketinggian, pekerja juga harus menghadapi kondisi fisik yang menuntut serta potensi gangguan kesehatan mendadak.
Dalam banyak kasus, kecelakaan atau kejadian fatal sering terjadi akibat terpeleset, kehilangan keseimbangan, atau kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun.
Peristiwa yang menimpa Suharno menjadi pengingat penting bahwa pekerjaan tradisional pun memerlukan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Imbauan untuk Masyarakat
Warga diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas berat, terutama yang melibatkan risiko tinggi seperti memanjat pohon. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, penggunaan alat pengaman sederhana serta bekerja bersama rekan juga dapat membantu meminimalkan risiko. Dengan demikian, jika terjadi kondisi darurat, pertolongan dapat segera diberikan.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Suharno dikenal sebagai sosok pekerja keras yang rutin mencari janur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas yang berisiko.
Kejadian tragis tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja dan kondisi kesehatan harus menjadi prioritas utama, bahkan dalam pekerjaan yang telah dilakukan secara turun-temurun.

