Pengakuan Ibu Tiri Soal Bocah Sukabumi Tewas Tragis, Bantah Tuduhan Kekerasan
Sukabumi — Tragedi memilukan menimpa seorang bocah laki-laki berinisial NS (13) asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar dan lecet, memicu kontroversi dan spekulasi luas di media sosial dan publik.
Kasus ini awalnya mencuat setelah foto dan video kondisi tubuh NS tersebar, diduga kuat sebagai bukti penganiayaan oleh orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai terlapor, sang ibu tiri berinisial TR (46).
Ibu Tiri Bantah Kekerasan
Dalam keterangan tertulis yang beredar, TR membantah keras semua tuduhan bahwa dirinya menganiaya korban. Ia menyatakan bahwa luka-luka pada tubuh NS bukan akibat perilaku kekerasan, tetapi karena kondisi kesehatan yang serius diderita almarhum.
Menurut TR, bocah tersebut sebelumnya menderita penyakit kronis seperti kanker darah (leukemia) dan autoimun, sehingga kulit yang terlihat melepuh disebabkan oleh gejala “panas dalam” dari sakit yang dideritanya, bukan karena kekerasan. Ia menyebut penilaian itu didukung oleh beberapa informasi medis yang diterimanya.
TR juga mengaku menjadi korban penghakiman publik karena video dan foto-foto yang beredar itu dilihat tanpa konteks medis dan keadaan sebenarnya. Ia mengklaim tidak menyadari detail medis karena saat korban dibawa ke rumah sakit, ia sibuk dengan proses pendaftaran pasien.
Temuan Medis dan Kesaksian Lain
Sementara itu, pihak kepolisian dan tim medis terlihat masih mengumpulkan bukti serta data. Hasil visum luar menunjukkan adanya luka lecet di wajah, leher, dan anggota gerak, serta luka bakar derajat tertentu serta memar yang mengindikasikan trauma tumpul atau luka yang tidak biasa pada orang sakit biasa.
Selain itu, keterangan saksi dan rekaman yang beredar di ruang IGD rumah sakit menunjukkan bahwa NS sempat memberikan pernyataan yang menyiratkan bahwa ia mengalami perlakuan tidak wajar dari orang yang merawatnya.
Ayah Korban dan Riwayat Kekerasan
Menurut laporan terpisah, ayah kandung korban, Anwar Satibi, pernah melaporkan adanya kekerasan terhadap anaknya ke kepolisian sekitar setahun lalu karena sering terjadi konflik dan korban menjadi sasaran kekerasan di rumah. Namun laporan itu sempat dihentikan setelah dilakukan mediasi oleh tokoh masyarakat.
Ayah korban mengatakan bahwa pada saat ia bekerja, sang istri (ibu tiri) pernah menghubunginya dengan kabar bahwa NS sakit panas dan memintanya pulang. Ketika Anwar tiba di rumah, tubuh korban sudah dalam kondisi parah.
Polisi Masih Mendalami
Penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung. TR kini menjalani pemeriksaan sehubungan dengan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Hasil autopsi lengkap dari pihak medis forensik akan menjadi salah satu alat bukti utama untuk memastikan penyebab pasti kematian NS.
Pihak kepolisian hingga saat ini belum menyatakan secara resmi status hukum TR, dan publik diminta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik serta proses hukum lanjutan.
Related Keywords: Sukabumi anak tewas, ibu tiri bantah penganiayaan, luka bakar anak Sukabumi, NS Sukabumi, kasus kekerasan anak
