Kriminalitas

Polisi Ungkap Fakta Pembunuhan Siswa SMP di Bandung Barat, Pelaku Masih di Bawah Umur

Kasus pembunuhan seorang siswa sekolah menengah pertama di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Aparat kepolisian berhasil menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam aksi kriminal tersebut, dengan salah satu pelaku diketahui merupakan pelajar sekolah menengah kejuruan.

Korban berinisial ZAAQ (14), siswa SMP Negeri 26 Bandung, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area eks Kampung Gajah pada Jumat malam. Penemuan jasad itu bermula ketika warga yang sedang melakukan siaran langsung di media sosial mencium bau menyengat dan menemukan tubuh korban di lokasi tersebut. Temuan itu segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku Ditangkap dalam Waktu Singkat

Kepolisian dari Polres Cimahi bergerak cepat menelusuri kasus tersebut. Dalam waktu sekitar 1×24 jam setelah penemuan jasad, petugas berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di wilayah Kabupaten Garut. Kedua pelaku diketahui sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap aparat.

Menurut polisi, YA berperan sebagai pelaku utama dan masih berstatus pelajar di salah satu SMK. Sementara itu, AP diketahui sudah tidak lagi bersekolah. Keduanya masih di bawah umur sehingga proses hukum dilakukan sesuai ketentuan peradilan anak.

Motif Diduga Sakit Hati

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa korban dan pelaku saling mengenal sebelumnya. Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh persoalan hubungan pertemanan.

Penyidik menyebut pelaku merasa sakit hati setelah korban memutuskan hubungan pertemanan. Konflik tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya pembunuhan. Korban disebut dihabisi pada Senin sore di lokasi kejadian, beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan warga.

Sempat Sebarkan Isu Penculikan

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa sempat beredar kabar korban menjadi korban penculikan. Namun, informasi tersebut ternyata tidak benar.

Aparat mengungkap bahwa isu penculikan itu justru disebarkan oleh para pelaku sendiri untuk mengalihkan perhatian dan mengaburkan jejak kejahatan. Saat itu, ponsel milik korban berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan tersebut.

Korban Mengalami Kekerasan

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis awal, korban diduga mengalami sejumlah kekerasan sebelum meninggal dunia. Polisi menemukan luka pada bagian kepala akibat benda tumpul serta beberapa luka tusukan di bagian perut.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban bukan kecelakaan, melainkan akibat tindakan kekerasan yang disengaja. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian secara detail.

Proses Hukum dan Penyelidikan Lanjutan

Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi. Polisi terus mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Penyidik menegaskan bahwa seluruh fakta akan disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan resmi.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua dan lingkungan sekolah, untuk lebih memperhatikan dinamika pergaulan remaja. Konflik kecil yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *