Nasional

Kupas Tuntas Isi Perjanjian Dagang RI-AS yang Diteken Prabowo & Trump

WASHINGTON, DC — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian dagang strategis pada 20 Februari 2026 di ibu kota AS, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Kesepakatan ini dianggap sebagai tonggak baru dalam hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi yang lebih luas.

Apa Isi Utama Kesepakatan Dagang Ini?

Perjanjian ini mencakup beberapa poin penting yang secara langsung berdampak pada struktur perdagangan bilateral RI-AS:

  1. Penurunan Tarif Impor:
    • Tarif impor barang Indonesia ke AS yang sebelumnya mencapai 32 % dikurangi menjadi 19 %.
    • Sementara itu, AS menyetujui penghapusan tarif untuk lebih dari 99 % produk AS yang masuk ke Indonesia, memperluas akses barang Amerika ke pasar Indonesia.
  2. Pengecualian dan Produk Prioritas:
    • Sejumlah komoditas Indonesia seperti minyak sawit, kopi, cokelat, karet, dan rempah-rempah mendapatkan pembebasan tarif atau tarif rendah saat diekspor ke pasar AS.
    • Ada juga kesepakatan kuota tarif 0 % untuk produk tekstil tertentu, asalkan menggunakan konten bahan dari AS.
  3. Penghapusan Hambatan Non-Tarif:
    • Indonesia berkomitmen menghapus hambatan non-tarif dan mempermudah aturan ekspor impor untuk barang AS, termasuk standar di sektor kendaraan dan farmasi.
    • AS, pada gilirannya, akan melonggarkan syarat di sektor-sektor industri tertentu yang selama ini membatasi penetrasi produk Indonesia.
  4. Komitmen Komersial Besar:
    • Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan kesepakatan bisnis bernilai sekitar US$ 38,4 miliar yang mencakup sektor energi, pertanian, industri.
    • Indonesia juga berkomitmen membeli produk energi dan pertanian AS dalam jumlah besar sebagai bagian dari kerjasama jangka panjang.

Implikasi terhadap Ekonomi Indonesia

Kesepakatan dagang ini dipandang punya dampak ganda:

  • Positif:
    • Pelepasan tarif impor AS memberikan akses ekspor Indonesia yang lebih kompetitif.
    • Investasi dari AS di sektor penting seperti energi, mineral, dan infrastruktur dapat meningkat signifikan.
    • Produk unggulan Indonesia seperti sawit dan kopi mendapatkan posisi strategis di pasar AS.
  • Tantangan:
    • Penurunan tarif impor Indonesia untuk barang AS berarti produk luar negeri bisa lebih mudah masuk dan bersaing dengan produk lokal, terutama di sektor industri tertentu.
    • Penyesuaian pasar domestik diperlukan agar pelaku usaha lokal dapat bersaing secara efektif di tengah arus barang asing.

Meski begitu, pemerintah Indonesia menekankan bahwa perjanjian ini tidak hanya soal tarif — tetapi juga soal menciptakan iklim ekonomi yang lebih terbuka, modern, dan berorientasi investasi jangka panjang.

Related Keywords: perjanjian dagang Indonesia AS, Prabowo Subianto, tarif perdagangan, ekspor impor RI AS, investasi AS di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *