Manajer Borneo FC Buka Peluang Mariano Peralta ke Persib dengan Syarat Kontroversial
Isu transfer Mariano Peralta kembali menghangat di bursa Liga 1. Pemain asing milik Borneo FC tersebut kini dikaitkan kuat dengan Persib Bandung, klub besar yang sedang aktif membidik amunisi baru untuk memperkuat skuad musim depan. Menariknya, manajemen Pesut Etam tidak sepenuhnya menutup pintu, walau ada satu syarat yang dianggap tidak masuk akal oleh banyak pihak.
Manajer Borneo FC secara terbuka menyatakan bahwa pihaknya memahami ketertarikan Persib terhadap Mariano Peralta. Performanya yang konsisten, visi bermain yang rapi, serta kontribusi signifikan di lini tengah membuat pemain ini menjadi komoditas panas di pasar transfer domestik. Namun, Borneo FC menekankan bahwa Peralta bukan pemain yang bisa dilepas dengan mudah.
Syarat yang Menjadi Sorotan
Pernyataan manajer Borneo FC memicu perhatian publik ketika ia mengungkap satu syarat utama jika Persib benar-benar ingin merekrut Mariano Peralta. Syarat tersebut bukan soal nilai transfer semata, tetapi menyangkut permintaan yang dinilai terlalu berlebihan dan sulit dipenuhi dalam praktik profesional sepak bola.
Walau tak diuraikan secara teknis, syarat itu disebut-sebut berpotensi mengganggu struktur internal klub penerima atau bahkan melanggar kebiasaan umum dalam mekanisme transfer Liga 1. Hal ini membuat banyak pengamat menilai pernyataan tersebut lebih bernuansa strategi negosiasi ketimbang keinginan nyata melepas sang pemain.
Posisi Persib Bandung
Di sisi lain, Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait syarat yang diajukan. Klub berjuluk Maung Bandung itu dikenal selektif dalam negosiasi pemain asing, terutama terkait keseimbangan finansial dan kebutuhan taktik tim. Jika syarat Borneo FC dinilai tidak realistis, besar kemungkinan Persib akan mundur atau mengalihkan bidikan ke pemain lain.
Namun, kebutuhan Persib terhadap pemain kreatif tetap tinggi, sehingga nama Mariano Peralta masih relevan dalam radar transfer mereka.
Strategi Borneo FC Jaga Aset
Bagi Borneo FC, sikap ini mencerminkan upaya menjaga aset berharga. Dengan menyampaikan syarat yang kontroversial, manajemen klub seolah mengirim pesan bahwa mereka tidak ingin kehilangan Peralta kecuali ada keuntungan strategis yang benar-benar besar.
Langkah ini juga bisa menjadi sinyal kepada klub lain bahwa Borneo FC tidak berada dalam posisi terdesak untuk menjual.
Kesimpulan
Isu transfer Mariano Peralta ke Persib Bandung masih jauh dari kata final. Pernyataan manajer Borneo FC justru membuka lebih banyak perdebatan daripada kepastian. Apakah ini bagian dari strategi negosiasi atau bentuk penolakan halus, semuanya bergantung pada langkah lanjutan kedua klub dalam waktu dekat.

