Pemkot Madiun Luncurkan Paket Wisata Religi Terintegrasi untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Madiun, Jawa Timur — Pemerintah Kota Madiun secara resmi meluncurkan Paket Wisata Religi sebagai bentuk inovasi pengembangan pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan spiritual yang terintegrasi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan namun juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan kekayaan nilai sejarah dan religi lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun pada Minggu, pertengahan Februari 2026, menjelang bulan suci Ramadhan — waktu yang strategis untuk menarik perhatian masyarakat luas terhadap rute wisata yang baru dikembangkan ini.
Konsep Wisata Religi Terintegrasi
Paket wisata religi yang diluncurkan oleh Pemkot Madiun terdiri atas tiga titik destinasi utama yang saling terhubung dalam satu rute perjalanan penuh makna. Rute ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual, edukatif, sekaligus wisata sejarah yang menarik secara kultural.
Tiga destinasi utama tersebut adalah:
- Pahlawan Religi Center (PRC) di kawasan Pahlawan Street Center, yang menjadi pusat awal perjalanan dan ikon wisata Kota Madiun.
- Makam dan Masjid Kuno Kuncen di Kelurahan Kuncen — situs bersejarah yang terkait dengan tokoh besar lokal dalam perkembangan Islam di wilayah Madiun.
- Makam dan Masjid Kuno Taman di Kelurahan Taman — kawasan tempat sejumlah tokoh penting terkait sejarah lokal dimakamkan, termasuk pemimpin pemerintahan pada masa lalu.
Rute yang disusun ini diharapkan mampu memberikan narasi perjalanan yang kohesif kepada wisatawan, dari sejarah perjuangan, nilai religius, hingga peninggalan budaya yang kaya akan cerita.
Objek Wisata Utama dan Nilai Historisnya
1. Pahlawan Religi Center (PRC)
Pahlawan Religi Center merupakan ruang edukatif yang memadukan unsur sejarah bangsa dengan nilai keagamaan. Area ini kini menjadi titik berkumpulnya wisatawan sebelum memulai perjalanan ke destinasi selanjutnya dalam paket religi.
PRC juga dilengkapi fasilitas informasi sejarah dan budaya yang membantu pengunjung memahami konteks spiritual dan perjuangan tokoh lokal yang berperan dalam perkembangan masyarakat di Madiun.
2. Makam dan Masjid Kuno Kuncen
Masjid Kuno Kuncen diperkirakan dibangun pada abad ke-16 dan menjadi bagian dari perjalanan awal penyebaran Islam di Madiun. Kompleks ini juga merupakan lokasi makam Pangeran Timur (Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno), yang menjabat sebagai Bupati Madiun pertama dari tahun 1568 hingga 1586 sebelum masa kolonialisme era VOC.
Keberadaan bangunan dan makam tua ini bukan hanya sekadar lokasi wisata, melainkan mengandung nilai budaya yang dalam serta kekayaan narasi sejarah yang patut dibagikan kepada generasi masa kini dan wisatawan.
3. Makam dan Masjid Kuno Taman
Masjid Kuno Taman, juga dikenal sebagai Masjid Donopuro, diperkirakan dibangun sekitar tahun 1756 pada masa kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I. Kompleks ini menyimpan beberapa makam tokoh penting, seperti Raden Ronggo Prawiro Sentiko dan Raden Ronggo Prawirodirjo II — figur kunci dalam sejarah pemerintahan lokal abad ke-18.
Di sini pula terdapat makam Sentot Ali Basya, seorang panglima perang yang pernah terlibat dalam Perang Diponegoro, yang menambah dimensi historis sekaligus patriotik dalam rute perjalanan wisata religi ini.
Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Madiun
Inisiatif peluncuran paket wisata religi merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Madiun untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga edukatif dan kultural.
Plt Wali Kota F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa selain menjadi daya tarik wisata baru, paket ini juga dirancang untuk memperkenalkan nilai sejarah dan religius yang melekat pada destinasi ke masyarakat luas — terutama generasi muda yang mungkin belum akrab dengan sejarah lokal.
Diharapkan paket wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai rute perjalanan, tetapi juga sebagai media edukasi dan penghormatan terhadap warisan budaya Kota Madiun.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Peluncuran program wisata religi ini juga ditargetkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lonjakan kunjungan wisatawan diyakini dapat menggeliatkan sektor ekonomi kreatif lokal, seperti kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga jasa transportasi dan pemandu wisata lokal. Pemerintah juga memfokuskan pada peningkatan kompetensi SDM lokal agar warga setempat dapat berperan aktif sebagai pemandu profesional yang fasih menyampaikan narasi sejarah dan budaya setempat.
Fokus ini juga mencakup pemberdayaan takmir masjid dan juru kunci situs untuk menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.
Persiapan dan Integrasi Rute Wisata
Sebelum peluncuran resmi, Tim Pemerintah Kota melakukan persiapan intensif untuk memastikan kesiapan rute dan fasilitas wisata. Hal ini meliputi penataan sarana transportasi, kesiapan objek wisata serta kesiapan sumber daya manusia yang akan melayani pengunjung di lapangan.
Transportasi wisata seperti bus wisata dan becak telah disiapkan untuk mempermudah pengunjung menjelajahi tiga titik utama tersebut secara nyaman dan terkoordinasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang menarik sekaligus informatif.
Menjelang Ramadan: Momen Strategis
Peluncuran paket wisata religi ini sengaja dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan yang ingin menggabungkan pengalaman spiritual serta liburan sejarah.
Momen tersebut dipandang sangat cocok karena banyak keluarga yang merencanakan perjalanan ziarah dan kunjungan religius selama periode tersebut, sehingga keberadaan rute wisata yang terintegrasi akan menjadi opsi yang menarik dan bernilai edukatif.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Meski paket wisata religi telah resmi diluncurkan, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pengembangan infrastruktur penunjang, promosi wisata secara luas, serta mempertahankan narasi sejarah yang akurat dan autentik.
Namun komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mematangkan rute dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan prospek positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Peluncuran Paket Wisata Religi Terintegrasi oleh Pemerintah Kota Madiun merupakan langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata lokal dengan pendekatan sejarah, budaya, dan religius. Dengan rute yang mencakup tiga titik utama serta penguatan pemberdayaan masyarakat setempat, program ini diharapkan memberikan pengalaman wisata yang terpadu, edukatif, serta mampu meningkatkan perekonomian lokal secara signifikan.
Sumber Referensi Utama
■ Pemkot Madiun luncurkan paket wisata religi – ANTARA Jatim.
■ Merdeka.com – ulasan paket wisata religi dan dampaknya ekonomi lokal.
■ Portal Resmi Pemkot Madiun – pengembangan destinasi wisata religi terintegrasi.

