ArtisHiburan

Keluarga Buka Suara Usai Kepergian Lula Lahfah

Jakarta – Kabar duka menyelimuti jagat hiburan digital Indonesia setelah influencer dan selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Kejadian ini mengundang beragam perhatian publik, termasuk pernyataan resmi dari keluarga almarhumah untuk menjawab spekulasi yang beredar.

Menurut ayahnya, Muhammad Feroz, sebelum kepergiannya Lula dikenal sebagai sosok yang hangat dan peduli kepada keluarga. Sekitar satu minggu sebelum ditemukan meninggal, Lula sempat mengajak seluruh anggota keluarga untuk makan bersama di rumah tanpa alasan yang jelas. Momen itu kemudian dikenang keluarga sebagai kenangan yang tak terlupakan karena bukan kebiasaan rutin mereka.

Feroz juga menjelaskan bahwa putrinya menyimpan perjuangan panjang terkait kondisi kesehatannya, namun tidak pernah menceritakan secara rinci kepada orang tua. “Dia tidak pernah menunjukkan sisi lemah atau kesulitannya kepada kami. Dia lebih memilih menjaga perasaan keluarga,” ujar Feroz saat ditemui di pemakaman almarhumah di TPU Rawa Terate, Jakarta Timur.

Penemuan dan Proses Penyelidikan

Lula Lahfah ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh petugas keamanan apartemen pada sekitar pukul 18.44 WIB setelah asisten rumah tangga melaporkan tidak mendapatkan respons dari korban. Pihak kepolisian Metro Jaya mendapati jenazahnya dalam keadaan kaku dan langsung mengevakuasi ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian. Meski demikian, Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya, Kompol Iskandarsyah, memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhumah berdasarkan pemeriksaan fisik awal. Hal ini diperkuat oleh kebijakan keluarga yang meminta agar jenazah tidak diautopsi, sehingga penyelidikan kini difokuskan melalui koordinasi intensif antara polisi dan rumah sakit.

Riwayat Kesehatan dan Spekulasi Publik

Sebelumnya Lula sempat dirawat di rumah sakit saat awal tahun karena beberapa keluhan kesehatan yang ia alami. Keluarga dan teman-teman dekat menyatakan bahwa ia sempat berobat dan sempat ditemani asisten pribadinya dalam beberapa hari terakhir sebelum meninggal. Walaupun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan kondisi medis yang menjadi penyebab langsung dari kematian tersebut.

Di tengah duka, sejumlah spekulasi berkembang di ruang publik, termasuk asumsi tidak berdasar seputar penyebab kematian yang tidak didukung bukti medis. Ayah Lula menegaskan bahwa isu seperti overdosis atau penggunaan zat berbahaya tidak benar dan tidak pernah dikonfirmasi oleh keluarga maupun pihak berwenang. “Kami yakin penyakit yang ia derita menjadi faktor utama, tetapi detailnya masih diselidiki,” tambah Feroz.

Respons Publik dan Permintaan Privasi

Kabar kepergian Lula Lahfah mendapatkan reaksi luas dari teman-teman selebritas, rekan kerja, serta komunitas pengikutnya di media sosial. Beberapa sahabat mengeluarkan pernyataan serupa di platform masing-masing, menyerukan kepada publik untuk menghormati privasi keluarga dan tidak memanfaatkan tragedi ini sebagai bahan konten atau spekulasi. “Kematian bukan konten. Seseorang telah pergi. Mari hormati privasi mereka yang tidak bisa lagi berbicara,” bunyi salah satu pesan yang viral di media sosial.

Pernyataan itu muncul sebagai respons terhadap beredarnya foto-foto dan spekulasi yang dianggap tidak etis oleh banyak pihak, termasuk orang-orang terdekat almarhumah. Pendekatan ini mencerminkan keinginan keluarga serta sahabat agar tragedi tersebut diperlakukan dengan penuh rasa hormat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *