global

Rahasia Negara Bocor ke CIA? Xi Jinping Pecat Jenderal Paling Berpengaruh

Beijing — Presiden China Xi Jinping kembali mengguncang pucuk pimpinan militer negaranya. Seorang jenderal paling senior, Zhang Youxia, resmi dicopot dari jabatan dan ditempatkan di bawah penyelidikan atas dugaan korupsi serta tuduhan serius membocorkan rahasia strategis kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Langkah ini menjadi bagian terbaru dari konsolidasi kekuasaan yang terus dilakukan Xi di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekaligus mempertegas komitmennya membersihkan elite militer dari unsur yang dinilai mengancam stabilitas dan loyalitas terhadap Partai Komunis China.
Rahasia Negara Bocor ke CIA? Xi Jinping Pecat Jenderal Paling Berpengaruh

Zhang, 75 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua pertama Komisi Militer Pusat (CMC) — struktur komando tertinggi militer China — dan merupakan anggota Politbiro yang berpengaruh. Ia dikenal sebagai salah satu sekutu militer paling dekat dengan Xi, bahkan memiliki hubungan keluarga yang telah terjalin sejak era Perang Sipil China.

Namun, laporan Wall Street Journal yang dikutip sejumlah media internasional menyebut Zhang diduga membocorkan data teknis inti terkait sistem persenjataan nuklir China kepada pihak Amerika Serikat. Tuduhan tersebut, jika terbukti, akan menjadi salah satu pelanggaran keamanan paling serius dalam sejarah modern militer China.

Kementerian Pertahanan China secara resmi hanya menyatakan bahwa Zhang dan Jenderal Liu Zhenli — Kepala Staf Gabungan CMC yang turut dipecat — sedang diselidiki atas “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.” Media pemerintah China bahkan menuding keduanya “mengancam kepemimpinan absolut Partai” serta merusak sistem komando tertinggi yang berada langsung di bawah Xi.

Menurut laporan, satuan tugas khusus dikirim ke Shenyang, wilayah yang sebelumnya menjadi basis pengaruh Zhang. Tim tersebut disebut memilih menginap di hotel sipil alih-alih fasilitas militer, langkah yang dinilai sebagai bentuk kehati-hatian terhadap potensi loyalitas internal terhadap Zhang.

Selain dugaan kebocoran rahasia nuklir, Zhang juga dituduh menerima suap terkait promosi jabatan, termasuk dalam proses pengangkatan Li Shangfu sebagai Menteri Pertahanan. Ia juga disebut membentuk faksi internal yang dinilai dapat menggerus persatuan partai.

Zhang dan Liu menjadi pejabat militer tingkat tinggi keempat dan kelima yang dicopot sejak 2024, menyusul gejolak di tubuh Pasukan Roket PLA — unit yang mengelola triad nuklir China. Rentetan pemecatan ini dipandang sebagai restrukturisasi militer paling signifikan sejak 1971, ketika Lin Biao dituduh melakukan upaya kudeta terhadap Mao Zedong.

Pemecatan Zhang, yang selama ini dianggap bagian dari lingkaran inti Xi, menandai babak baru dalam penataan ulang kekuatan militer China — sekaligus mengirim pesan tegas bahwa loyalitas dan integritas berada di atas kedekatan personal maupun sejarah panjang hubungan keluarga.

  • Kesimpulan

Pencopotan Zhang Youxia bukan sekadar kasus disiplin internal, melainkan simbol dari konsolidasi kekuasaan yang semakin kuat di bawah Xi Jinping. Di tengah rivalitas global yang memanas dan isu keamanan strategis seperti persenjataan nuklir, Beijing menunjukkan bahwa tidak ada figur, sekuat apa pun posisinya, yang kebal dari pembersihan.

Peristiwa ini menegaskan dua hal: pertama, militer China tengah mengalami restrukturisasi mendalam; kedua, stabilitas dan loyalitas terhadap kepemimpinan tertinggi menjadi prioritas mutlak dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin tajam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *