Pemudik Bawa Berkah, Warung di Kampung Rambutan Raup Omzet Rp 8 Juta Sehari
Lonjakan Pemudik Tingkatkan Aktivitas Ekonomi
Jakarta, 20 Maret 2026 — Momen arus mudik Lebaran 2026 membawa berkah bagi para pedagang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Lonjakan jumlah penumpang yang signifikan membuat aktivitas ekonomi di sekitar terminal meningkat tajam.
Para pemudik yang singgah untuk beristirahat, makan, atau membeli kebutuhan perjalanan menjadi sumber utama peningkatan pendapatan pedagang kecil di kawasan tersebut.
Omzet Pedagang Naik Drastis
Salah satu pedagang, Jalal, mengaku pendapatannya melonjak drastis selama musim mudik. Ia yang sehari-hari berjualan nasi Padang mampu meraih omzet lebih dari Rp 8 juta per hari.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan normal yang biasanya hanya sekitar Rp 1 juta per hari.
Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya jumlah pemudik yang memadati terminal, terutama menjelang puncak arus mudik.
Ramai Sejak H-5 Lebaran
Kepadatan di Terminal Kampung Rambutan mulai terasa sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Para pedagang mengaku warung mereka hampir tidak pernah sepi pembeli sejak H-5.
Banyak pemudik memilih makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. Kondisi ini membuat perputaran uang di area terminal meningkat pesat.
Puncak Keramaian Terjadi H-3 dan H-2
Menurut para pedagang, lonjakan pembeli paling tinggi terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Pada periode tersebut, arus penumpang mencapai puncaknya sehingga aktivitas jual beli berlangsung tanpa henti.
Tidak hanya pedagang makanan, pelaku usaha lain seperti penjual minuman dan kebutuhan perjalanan juga merasakan peningkatan omzet yang signifikan.
Mudik Jadi Momentum Ekonomi Tahunan
Tradisi mudik memang selalu memberikan dampak ekonomi yang besar, terutama bagi pelaku usaha kecil di titik-titik transportasi seperti terminal dan stasiun.
Dengan jumlah pemudik yang sangat besar setiap tahunnya, perputaran uang selama periode ini menjadi salah satu penggerak ekonomi musiman yang penting.
Pendapatan Bisa Naik Berkali Lipat
Selain Jalal, pedagang lain juga merasakan hal serupa. Beberapa di antaranya mengaku keuntungan bersih bisa meningkat hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.
Hal ini menunjukkan bahwa momen mudik tidak hanya menjadi tradisi sosial, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat kecil.
Harapan Berlanjut Hingga Arus Balik
Para pedagang berharap kondisi ramai ini dapat terus berlanjut hingga periode arus balik Lebaran. Dengan begitu, mereka bisa mempertahankan peningkatan pendapatan dalam waktu lebih lama.
Namun, biasanya setelah puncak arus mudik terlewati, jumlah penumpang mulai menurun secara bertahap.
Masyarakat Manfaatkan Waktu Perjalanan
Bagi para pemudik, singgah di terminal bukan hanya untuk transit, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan. Hal ini turut mendorong tingginya transaksi di warung-warung sekitar.
Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana aktivitas perjalanan massal dapat memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal.

