Olahraga

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi pada Dua Pemain Asing Persija Usai Insiden di Laga El Clasico Indonesia

Jakarta, 21 Januari 2026 – Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada dua pemain asing Persija Jakarta menyusul insiden yang terjadi pada laga klasik kontra Persib Bandung dalam putaran pertama Super League 2025–2026. Pelanggaran tersebut membuat kedua pemain ini harus absen pada pertandingan penting berikutnya, yang memperparah kondisi krisis pemain di skuad berjuluk Macan Kemayoran.

Insiden bermula saat Persija kalah 0–1 dari Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada 11 Januari 2026. Duel ini telah memicu tekanan emosi tinggi di tubuh tim, di mana beberapa pemain tidak mampu mengendalikan reaksi mereka setelah pertandingan usai.

Dua Pemain Asing Dijatuhi Hukuman

Komdis PSSI mengumumkan bahwa Van Basty Sousa dan Bruno Tubarao menerima sanksi disiplin karena tindakan mereka setelah laga tersebut. Van Basty, gelandang asal Brasil, berhadapan dengan hukuman meski sebenarnya tengah menjalani pemulihan dari cedera ligamen bahu. PSSI menilai ia melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 setelah menyampaikan gestur tidak pantas berupa isyarat jari tengah ke arah tribun barat stadion saat menuju ruang ganti.

Karena pelanggaran itu, Komdis PSSI melarang Van Basty bermain dua pertandingan berikutnya dan menjatuhkan denda Rp75 juta. Hukuman ini berjalan terpisah dari masa pemulihannya akibat cedera, namun tetap akan memperpanjang masa pemain tersebut absen dari tim.

Sementara itu, Bruno Tubarao juga harus menepi dari lapangan dalam dua laga setelah Komdis menyimpulkan ia melakukan pelanggaran serius pada aksi bermain. Pemain Brasil ini menerima kartu merah langsung saat pertandingan setelah menyentuh kaki pemain Persib, sehingga wasit langsung mengeluarkan keputusan tegas. Komdis kemudian menambahkan hukuman berupa larangan bermain dua laga tambahan serta denda Rp10 juta di luar sanksi kartu merah yang diterimanya di lapangan.

Krisis Pemain Jelang Laga Berikutnya

Sanksi ini memperburuk situasi pemain Persija menjelang laga berikutnya. Selain Van Basty dan Bruno Tubarao, tim juga kehilangan beberapa pemain penting lainnya karena larangan bermain sebelumnya dan cedera. Gelandang Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih harus menyelesaikan hukuman yang mereka terima dalam pertandingan kontra Semen Padang FC pada bulan Desember 2025. Sementara Hanif Sjahbandi dipastikan absen karena menjalani operasi pada tulang rawan lutut.

Karena sejumlah pemain andalan tidak tersedia, Persija menghadapi tantangan besar dalam menghadapi Madura United di pekan ke‑18 Super League. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat (23 Januari 2026) malam.

Kondisi skuad yang pincang telah memaksa pelatih dan staf teknis untuk merombak strategi dan mempercayakan peluang kepada pemain yang tersedia. Beberapa pengamat menyatakan bahwa situasi ini menjadi ujian bagi kedalaman skuad Persija di tengah persaingan ketat di papan atas klasemen.

Reaksi Klub dan Upaya Mengendalikan Emosi

Manajemen Persija mengakui keputusan Komdis PSSI dan menghormati semua hukuman yang dijatuhkan. Klub juga mengingatkan para pemain untuk menjaga disiplin dan emosi selama bertanding. Ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya bahwa Persija ingin memperbaiki perilaku pemain di lapangan agar tidak kembali terkena sanksi disiplin di masa depan.

Pelatih tim juga menekankan pentingnya kestabilan mental dalam kompetisi bergengsi seperti Super League. Mengingat rivalitas tinggi antara kedua klub besar tersebut, pelatih meminta semua pemain belajar dari insiden yang terjadi dan fokus pada persiapan teknis serta mental untuk laga selanjutnya.

Dampak Terhadap Persija di Klasemen Super League

Meski krisis pemain terus membebani, Persija masih mempertahankan posisi di papan atas klasemen. Pada akhir putaran pertama, tim ini menempati posisi ketiga dengan selisih poin tipis dari pemuncak. Namun, absennya sejumlah pilar tim dapat memengaruhi ritme permainan dan peluang Persija dalam mempertahankan atau memperbaiki posisi mereka di Super League.

Persija kini fokus untuk memaksimalkan peluang dengan pemain yang tersedia serta berharap kembalinya beberapa pemain dari cedera pada putaran kedua. Klub berharap kombinasi pemain muda dan senior dapat menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh para pemain yang dijatuhi sanksi Komdis PSSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *