Kesehatan

BPJS Kesehatan Ingatkan Peserta JKN Cek Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengimbau peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima serta mendeteksi kemungkinan risiko penyakit sejak dini.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelang masa cuti bersama dan libur panjang Lebaran. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan layanan skrining riwayat kesehatan yang tersedia dalam program JKN.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut membantu masyarakat mengetahui potensi risiko penyakit kronis yang mungkin tidak disadari sebelumnya.

Skrining riwayat kesehatan penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang mungkin saja dialami masyarakat,” ujar Rizzky dalam keterangan resmi.

Deteksi Risiko Penyakit Sejak Dini

BPJS Kesehatan menyediakan layanan skrining riwayat kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Melalui layanan ini, peserta JKN dapat menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kesehatan, gaya hidup, serta riwayat penyakit pribadi maupun keluarga.

Hasil skrining tersebut akan menunjukkan potensi risiko terhadap berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa selama periode Januari hingga Februari 2026, sekitar 22,68 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 7,1 juta orang atau 39 persen terindikasi memiliki risiko penyakit kronis.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang berpotensi mengalami masalah kesehatan tanpa menyadarinya.

Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong peserta yang memiliki hasil skrining berisiko untuk segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar.

Skrining Dilakukan Setahun Sekali

BPJS Kesehatan menetapkan bahwa skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan satu kali setiap tahun bagi peserta JKN yang berusia 15 tahun ke atas.

Melalui program ini, BPJS berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, pemeriksaan rutin juga membantu tenaga medis memberikan penanganan lebih cepat jika ditemukan potensi penyakit.

Rizzky menekankan bahwa pendekatan pencegahan atau promotif-preventif menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, risiko komplikasi penyakit dapat ditekan sehingga biaya pengobatan juga dapat dikurangi.

Pastikan Status Kepesertaan JKN Aktif

Selain mengingatkan soal skrining kesehatan, BPJS Kesehatan juga meminta masyarakat memastikan status kepesertaan JKN mereka tetap aktif sebelum memasuki masa libur Lebaran.

Langkah ini penting agar peserta tidak mengalami kendala administratif ketika membutuhkan layanan kesehatan selama perjalanan mudik maupun saat berada di kampung halaman.

Peserta dapat memeriksa status kepesertaan secara mandiri melalui berbagai layanan digital yang telah disediakan BPJS Kesehatan.

Beberapa di antaranya adalah Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, serta BPJS Kesehatan Care Center 165.

Proses pengecekan tersebut hanya membutuhkan waktu singkat, namun memiliki manfaat besar bagi peserta jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan medis.

Persiapan Mudik yang Aman dan Sehat

Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang melibatkan jutaan masyarakat Indonesia. Perjalanan jarak jauh sering kali memerlukan kondisi fisik yang sehat agar pemudik dapat sampai di tujuan dengan aman.

Karena itu, BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempersiapkan kendaraan dan logistik perjalanan, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan pribadi.

Dengan melakukan skrining kesehatan dan memastikan kepesertaan JKN aktif, masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang.

BPJS Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan terus meningkat, sehingga potensi penyakit dapat dicegah lebih awal dan kualitas hidup masyarakat Indonesia semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *