HukumKriminalitasNasional

Polri Tangkap Ratusan WNA Terkait Judi Online di Hayam Wuruk, Disebut Wujud Asta Cita Presiden

Kepolisian Republik Indonesia mengungkap dugaan praktik perjudian daring jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal lintas negara. Pengungkapan kasus ini disebut sebagai bagian dari implementasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan siber.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri menjelaskan bahwa pengungkapan dilakukan setelah penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan di sebuah perkantoran di kawasan Hayam Wuruk. Aparat menemukan dugaan adanya operasi perjudian online yang berjalan secara terorganisir dengan melibatkan tenaga kerja asing dari berbagai negara.

Dalam konferensi pers di lokasi kejadian, pejabat Bareskrim menyatakan bahwa operasi penindakan dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026. Petugas menangkap para pelaku dalam kondisi sedang menjalankan aktivitas operasional yang berkaitan dengan sistem perjudian digital. Polisi mendapati para terduga berada di dalam ruangan kerja lengkap dengan perangkat komputer yang digunakan untuk mendukung aktivitas jaringan tersebut.

Jumlah orang yang diamankan mencapai 321 orang. Mereka terdiri atas warga negara asing dari sejumlah negara di Asia, termasuk China, Vietnam, Malaysia, Thailand, hingga Kamboja. Polisi menduga aktivitas tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional yang beroperasi lintas batas negara dengan sistem terstruktur.

Selain mengamankan para terduga, aparat juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi operasi. Penyidik menemukan komputer, laptop, perangkat pendukung digital, hingga sistem situs yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian daring. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan lanjutan untuk mengungkap pola kerja jaringan dan aliran transaksi yang terlibat.

Polri menilai pengungkapan kasus ini menjadi langkah penting dalam memutus rantai kejahatan digital yang melibatkan sindikat internasional. Aparat menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap aktivitas siber ilegal menjadi fokus utama karena dampaknya yang luas terhadap keamanan ekonomi dan sosial masyarakat.

Di sisi lain, pengamanan ketat terlihat di lokasi penggerebekan sejak malam sebelum konferensi pers digelar. Personel Brimob berjaga di sekitar gedung untuk memastikan proses penyelidikan berjalan aman. Sejumlah aparat bersenjata lengkap juga tampak mengawasi akses masuk ke area perkantoran yang diduga menjadi pusat operasi jaringan tersebut.

Pihak kepolisian menyebut pengungkapan ini berkaitan dengan implementasi visi pemerintahan yang tertuang dalam Asta Cita Presiden, terutama pada aspek penguatan supremasi hukum dan pemberantasan kejahatan terorganisir. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum nasional.

Kasus ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi aparat dalam menangani kejahatan lintas negara berbasis teknologi. Dengan melibatkan pelaku dari berbagai kewarganegaraan, proses penyelidikan diperkirakan membutuhkan koordinasi lintas lembaga, termasuk kerja sama internasional dalam pelacakan jaringan dan identitas pihak terkait.

Hingga kini, Bareskrim Polri masih mendalami keterlibatan masing-masing individu yang diamankan serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan operasi di Hayam Wuruk. Aparat memastikan penyidikan terus berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab dan mencegah aktivitas serupa berkembang di wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *