Bahlil Sebut Bamsoet Otomatis Mundur dari DPR Usai Jadi Wantimpres
JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Bambang Soesatyo atau Bamsoet secara otomatis tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI setelah resmi dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pelantikan Bamsoet oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran anggota Wantimpres lainnya pada awal Oktober 2026.
Menurut Bahlil, jabatan anggota Wantimpres merupakan posisi yang tidak dapat dirangkap dengan status sebagai anggota DPR RI. Karena itu, setelah pelantikan dilakukan, Bamsoet dianggap telah meninggalkan kursi legislatif yang selama ini didudukinya di Senayan. Informasi tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi pertanyaan mengenai status politik Bamsoet setelah bergabung ke lingkaran penasihat Presiden.
Bamsoet Masuk Lingkaran Penasihat Presiden
Pelantikan Bamsoet sebagai anggota Wantimpres menjadi salah satu sorotan dalam perombakan struktur pemerintahan yang dilakukan Presiden Prabowo.
Sebagai salah satu politikus senior Partai Golkar, Bamsoet memiliki pengalaman panjang di dunia politik nasional. Ia pernah menjabat Ketua DPR RI, Ketua MPR RI, serta menjadi anggota DPR selama beberapa periode.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai penasihat Presiden, terutama dalam memberikan masukan terkait politik, hukum, ketatanegaraan, dan pembangunan nasional.
Dengan bergabungnya Bamsoet ke Wantimpres, perannya kini bergeser dari fungsi legislasi dan pengawasan menjadi pemberi pertimbangan strategis kepada kepala negara.
Jabatan DPR dan Wantimpres Tidak Bisa Dirangkap
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, anggota DPR memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Sementara itu, Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Karena berada pada cabang fungsi yang berbeda, jabatan tersebut tidak dapat dirangkap oleh satu orang secara bersamaan. Oleh sebab itu, ketika seorang anggota DPR menerima dan menjalankan jabatan baru yang tidak dapat dirangkap, status keanggotaannya di parlemen harus berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan Bahlil menegaskan bahwa proses tersebut berjalan otomatis setelah pelantikan resmi dilakukan.
Golkar Kehilangan Satu Kursi Aktif di DPR
Kepergian Bamsoet dari DPR membuat Partai Golkar kehilangan salah satu kader seniornya yang selama ini memiliki pengalaman panjang di parlemen.
Namun secara kelembagaan, kursi yang ditinggalkan Bamsoet nantinya akan diisi melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) sesuai aturan yang berlaku.
Mekanisme tersebut memungkinkan partai politik mengusulkan pengganti dari daerah pemilihan yang sama berdasarkan perolehan suara pada pemilu sebelumnya.
Dengan demikian, representasi Golkar di DPR tetap dapat dipertahankan meskipun terjadi pergantian personel.
Rekam Jejak Bamsoet di Parlemen
Karier Bamsoet di parlemen termasuk salah satu yang paling panjang di kalangan politikus nasional.
Ia dikenal aktif dalam berbagai pembahasan undang-undang strategis serta pernah memimpin dua lembaga legislatif tertinggi, yakni DPR dan MPR.
Saat menjabat Ketua DPR, Bamsoet terlibat dalam berbagai agenda legislasi nasional dan koordinasi antara parlemen dengan pemerintah.
Sementara ketika memimpin MPR, ia banyak terlibat dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan serta berbagai diskusi mengenai arah pembangunan nasional dan sistem ketatanegaraan.
Pengalaman tersebut membuatnya menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki pemahaman luas mengenai hubungan antarlembaga negara.
Bahlil Apresiasi Pengalaman Bamsoet
Bahlil menilai pengalaman panjang Bamsoet di parlemen akan menjadi aset berharga bagi Wantimpres.
Menurutnya, Presiden membutuhkan masukan dari tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman langsung dalam proses penyusunan kebijakan dan dinamika politik nasional.
Dengan latar belakang yang dimiliki Bamsoet, pemerintah diharapkan memperoleh perspektif tambahan dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tingkat nasional maupun internasional.
Peran Wantimpres sendiri memang dirancang untuk membantu Presiden melalui saran dan pertimbangan yang bersifat strategis.
Tugas Wantimpres di Era Prabowo
Pada periode pemerintahan Prabowo, Wantimpres diisi oleh sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk politikus, akademisi, birokrat, dan profesional.
Keberagaman latar belakang tersebut bertujuan menghadirkan sudut pandang yang lebih luas dalam proses pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan.
Anggota Wantimpres tidak memiliki kewenangan eksekutif langsung, tetapi dapat memberikan masukan mengenai berbagai isu yang dianggap penting bagi kepentingan nasional.
Karena itu, posisi tersebut sering ditempati tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, politik, ekonomi, maupun bidang strategis lainnya.
Pergantian Antarwaktu Jadi Tahap Berikutnya
Setelah Bamsoet resmi tidak lagi menjadi anggota DPR, perhatian berikutnya tertuju pada proses pergantian antarwaktu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan DPR nantinya akan memproses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku setelah menerima usulan resmi dari partai politik terkait.
Proses tersebut lazim terjadi ketika seorang anggota DPR meninggal dunia, mengundurkan diri, diberhentikan, atau menerima jabatan lain yang tidak dapat dirangkap.
Dengan mekanisme itu, kursi yang kosong dapat segera terisi sehingga fungsi representasi daerah pemilihan tetap berjalan.
Babak Baru Karier Politik Bamsoet
Masuknya Bamsoet ke Wantimpres menandai babak baru dalam perjalanan politiknya.
Setelah bertahun-tahun berada di lembaga legislatif, kini ia akan menjalankan peran yang lebih dekat dengan proses pemberian pertimbangan kepada Presiden.
Perubahan posisi tersebut menunjukkan transformasi dari peran pembentuk dan pengawas kebijakan menjadi penasihat strategis pemerintahan.
Meski tidak lagi berada di ruang sidang DPR, pengaruh dan pengalaman politik Bamsoet diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam berbagai diskusi kebijakan nasional.
Fokus pada Kontribusi Strategis
Dengan status baru sebagai anggota Wantimpres, Bamsoet diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman hampir dua dekade di parlemen untuk mendukung jalannya pemerintahan.
Keahlian dalam bidang politik, hukum, dan ketatanegaraan menjadi modal utama yang dapat digunakan untuk memberikan berbagai masukan kepada Presiden.
Sementara itu, DPR akan melanjutkan tugasnya dengan komposisi anggota yang diperbarui melalui mekanisme pergantian antarwaktu.
Pelantikan Bamsoet sebagai anggota Wantimpres sekaligus mengakhiri kiprahnya sebagai anggota DPR aktif dan membuka fase baru pengabdian di lingkungan Istana Kepresidenan. Meski berganti peran, kehadirannya tetap akan menjadi bagian dari dinamika politik nasional dalam beberapa tahun ke depan.

