EkonomiEnergi & Kebijakan Publik

Ahmad Luthfi Siap Jadi Marketing Investasi, Jateng Bidik Investor ke Kawasan Industri

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk aktif menarik investor ke berbagai kawasan industri. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengambil peran sebagai mitra promosi guna meningkatkan investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi pembicara dalam Forum Investasi Jawa Tengah yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi detik.com itu mempertemukan unsur pemerintah, pengelola kawasan industri, serta pemangku kepentingan yang berkaitan dengan investasi.

Menurut Ahmad Luthfi, peningkatan investasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu bekerja bersama untuk memperkenalkan potensi wilayah, mempermudah kebutuhan usaha, dan memastikan investor memperoleh kepastian saat menanamkan modal.

Ia menyatakan, pemerintah daerah siap membantu mempromosikan Jawa Tengah sebagai tujuan investasi dengan mengutamakan keamanan, kepastian hukum, serta kemudahan perizinan.

Keamanan dan Kepastian Hukum Jadi Prioritas

Ahmad Luthfi menilai, iklim usaha yang aman dan memiliki kepastian hukum menjadi faktor penting dalam menentukan minat investor. Karena itu, pemerintah daerah harus memastikan kegiatan bisnis dapat berjalan tanpa gangguan yang menghambat operasional perusahaan.

Ia juga menyoroti pentingnya mencegah praktik premanisme serta menyederhanakan proses perizinan. Menurutnya, prosedur yang lebih mudah dan transparan dapat membantu perusahaan menjalankan rencana investasi secara lebih efisien.

Selain aspek keamanan dan perizinan, kesiapan infrastruktur turut menjadi perhatian. Kawasan industri membutuhkan akses transportasi yang memadai agar mobilitas pekerja, distribusi bahan baku, dan pengiriman produk dapat berlangsung lancar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan dukungan tersebut agar kawasan industri memiliki daya tarik bagi calon investor dari dalam maupun luar negeri.

Ahmad Luthfi juga menyinggung aspek pengupahan yang dinilai perlu tetap kompetitif, dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan industri. Berbagai faktor tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah dalam persaingan mendapatkan investasi.

Kepala Daerah Diminta Aktif Mempromosikan Potensi Daerah

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menekankan bahwa promosi investasi tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi. Bupati dan wali kota juga perlu berperan aktif memperkenalkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Kolaborasi antarpemerintah daerah dinilai penting karena setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik serta peluang usaha yang berbeda. Dengan promosi yang terarah, potensi tersebut dapat diperkenalkan kepada investor sesuai kebutuhan sektor industri.

Upaya menarik investasi juga berkaitan dengan kondisi keuangan daerah. Pemerintah membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat memperluas kegiatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, promosi investasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan bisnis. Pemerintah juga perlu mengawal kebutuhan investor agar rencana penanaman modal dapat berlanjut menuju realisasi.

Forum investasi menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan calon investor dengan pemerintah serta pengelola kawasan industri. Pertemuan semacam ini dapat membuka ruang komunikasi mengenai peluang usaha, kesiapan lahan, infrastruktur, dan berbagai persyaratan yang diperlukan.

Bupati Batang Targetkan 70 Persen Tenaga Kerja Berasal dari Warga Lokal

Di kesempatan yang sama, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar keberadaan KEK Industropolis Batang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Salah satu target yang disampaikan adalah mendorong 70 persen tenaga kerja di perusahaan-perusahaan dalam kawasan tersebut berasal dari warga Kabupaten Batang.

Target itu mencerminkan harapan pemerintah daerah agar pertumbuhan industri turut memperluas kesempatan kerja bagi penduduk lokal. Dengan keterlibatan tenaga kerja dari daerah sekitar, manfaat investasi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Namun, menurut Faiz, manfaat kawasan industri tidak seharusnya berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Ia juga menekankan pentingnya transfer teknologi agar masyarakat setempat memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dunia industri.

Transfer teknologi dapat membantu pekerja lokal mengembangkan kemampuan teknis dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan. Dalam jangka panjang, peningkatan keterampilan tersebut berpotensi memperluas peluang kerja dan mendukung kesiapan tenaga kerja menghadapi perkembangan industri.

Pemerintah Kabupaten Batang juga ingin pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh dampak ekonomi dari keberadaan kawasan industri. Keterlibatan UMKM dapat diperluas melalui peluang penyediaan barang, jasa, serta kebutuhan operasional perusahaan sesuai kapasitas dan persyaratan usaha.

Dengan demikian, investasi diharapkan tidak hanya menguntungkan perusahaan yang menanamkan modal, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Aparat Keamanan Dukung Iklim Investasi yang Kondusif

Dukungan terhadap upaya menarik investor juga disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto. Ia memastikan pihaknya mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman dan kondusif untuk kegiatan usaha.

Kepastian keamanan menjadi salah satu unsur yang diperhatikan perusahaan sebelum menentukan lokasi investasi. Lingkungan usaha yang stabil dapat membantu perusahaan menjalankan kegiatan produksi, membangun fasilitas, dan merencanakan pengembangan bisnis.

Dalam konteks kawasan industri, koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas ekonomi. Meski demikian, jaminan keamanan perlu berjalan seiring dengan kepastian hukum dan penerapan aturan yang berlaku.

Forum Investasi Jawa Tengah menjadi ruang bagi pemerintah, aparat keamanan, dan pengelola kawasan untuk membahas kebutuhan tersebut secara bersama-sama.

Investasi Diharapkan Memberikan Dampak bagi Perekonomian Daerah

Langkah menarik investor ke Jawa Tengah diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan. Investasi dapat membuka peluang kerja, mendorong pertumbuhan sektor pendukung, serta menciptakan permintaan terhadap produk dan jasa dari pelaku usaha lokal.

Akan tetapi, realisasi investasi tetap membutuhkan tindak lanjut setelah promosi dilakukan. Kesiapan infrastruktur, proses perizinan, kepastian hukum, ketersediaan tenaga kerja, serta hubungan antara perusahaan dan masyarakat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa peluang yang muncul dapat diikuti oleh masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan penguatan UMKM.

Bagi Kabupaten Batang, pengembangan KEK Industropolis diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi dengan manfaat yang menjangkau lebih banyak warga. Sementara bagi Jawa Tengah, kolaborasi antardaerah menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan potensi industri kepada calon investor.

Ahmad Luthfi pun mendorong agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak bersama dalam mempromosikan peluang investasi. Melalui dukungan keamanan, kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan infrastruktur yang memadai, Jawa Tengah berupaya memperkuat daya tariknya sebagai tujuan penanaman modal.

Pada saat yang sama, target penyerapan tenaga kerja lokal, transfer teknologi, dan keterlibatan UMKM menjadi aspek penting agar pertumbuhan investasi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *